8 September 2026 – 2 tim mahasiswa School of Information Systems BINUS University kembali mengukir prestasi membanggakan dalam The ACE 2026 kategori UI/UX Competition yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Komputer Universitas Diponegoro. Tim iq+ketenangan=win, yang terdiri dari Terence Lee, Gicelyn Cen, dan Jevon Gio Tanta Saputra, berhasil meraih Juara 1, sementara Tim Acethetic, yang beranggotakan Fayth Abigail Margono, Ancy Theresia Krefelta Sibarani, dan Michelle Chelsea Mulyanto, berhasil membawa pulang Juara 3.
The ACE 2026 mengangkat tema “Local Problems, Digital Solutions: Designing Technology for Community Well-Being.” Dalam kompetisi ini, peserta ditantang untuk merancang UI design berbasis mobile yang dapat membantu menyelesaikan berbagai permasalahan di masyarakat, khususnya dalam bidang Local Economy & UMKM Empowerment, Community Information Access, Civic Services & Public Access, serta Public Mobility & Local Facilities.
Perjalanan kedua tim dimulai dari Babak Preliminary, di mana seluruh peserta diwajibkan menuangkan ide dalam bentuk proposal dan demo prototype. Pada tahap ini, Tim iq+ketenangan=win menghadirkan SiPantau, sebuah platform pelaporan dan pemantauan praktik pungli berbasis partisipasi warga yang mendorong tindak lanjut secara lebih efektif. Sementara itu, Tim Acethetic menghadirkan Gerobol, sebuah platform pendamping pemasaran digital berbasis AI yang membantu pedagang gerobak mengembangkan usahanya.
Berbekal inovasi yang menawarkan solusi atas permasalahan nyata di masyarakat, ide dari kedua tim berhasil menarik perhatian para juri dan membawa mereka melaju hingga Top 12 Finalis. Pada babak final, kedua tim kembali menunjukkan kemampuan terbaik mereka dengan mempresentasikan keunggulan masing-masing ide serta menjawab berbagai pertanyaan dari para juri.

Kerja keras dan kreativitas kedua tim akhirnya membuahkan hasil. Tim iq+ketenangan=win berhasil meraih Juara 1, sementara Tim Acethetic berhasil meraih Juara 3. Pencapaian ini menjadi bukti komitmen mahasiswa BINUS dalam mengembangkan inovasi digital yang tidak hanya kreatif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Pencapaian tersebut turut didukung oleh Kak Jessicania Windari, S.Kom., M.Kom., yang mendampingi Tim iq+ketenangan=win, serta Pak Ferdianto, S.Kom., M.MSI., yang mendampingi Tim Acethetic sejak tahap kualifikasi hingga babak final. Melalui proses pendampingan tersebut, kedua tim mendapatkan masukan untuk mengembangkan ide, menyempurnakan presentasi, dan mematangkan solusi yang mereka tawarkan di hadapan para juri.
💬 Kesan dan Pesan dari Tim iq+ketenangan=win
- Terence Lee: Setiap perlombaan memiliki cerita dan tantangannya sendiri. Kali ini, tantangan kami adalah bagaimana mempertahankan sinergi dalam tim dan menghasilkan sesuatu yang memuaskan. Ada banyak proses, revisi, dan diskusi yang kami lalui hingga akhirnya berada di titik ini. Rekan-rekan satu tim saya did a really great job. Kami memiliki peran masing-masing, mampu fokus menjalaninya sampai akhir, dan yang terpenting, saling melengkapi satu sama lain. Terima kasih banyak kepada para mentor kami, Ci Feli dan Kak Abel, serta Ci Jessica selaku dosen pembimbing, yang telah mendampingi dan memberikan insight. Pada akhirnya, saya selalu percaya bahwa usaha tidak pernah berjalan sendirian. Ada doa yang menyertai setiap langkahnya. Really grateful that we made it this far.
- Gicelyn Cen: Saya sangat senang dan bersyukur kepada Tuhan atas kesempatan untuk memenangkan kompetisi ini. Terlebih lagi saya ingin berterima kasih kepada anggota tim saya atas kerja sama selama mengerjakan lomba ini. Kemudian terima kasih juga kepada kakak-kakak mentor, Kak Abel dan Ci Feli, serta Ci Jessica sebagai dosen pembimbing atas insight dan arahan yang diberikan selama bimbingan.
- Jevon Gio Tanta Saputra: Awalnya, ide project ini muncul dari kebiasaan doomscrolling di media sosial. Saat melihat FYP yang cukup banyak membahas kasus pungli, kami jadi kepikiran untuk mengangkat isu tersebut menjadi sebuah ide aplikasi. Dari situ, kami mulai mengeksekusi ide melalui penyusunan konsep, pitch deck, hingga UI aplikasi menggunakan Figma. Sejauh prosesnya tidak ada hambatan yang berarti, apalagi kompetisinya berlangsung saat liburan, jadi prosesnya terasa cukup santai dan menyenangkan. Terima kasih untuk mentor kami, Kak Abel dan Ce Feli, serta dosen pembimbing kami, Kak Jessica, yang sudah membantu dan membimbing selama proses kompetisi. Overall, pengalaman di The Ace sangat seru dan menyenangkan!
💬 Kesan dan Pesan dari Tim Acethetic
- Michelle Chelsea Mulyanto: Lomba The ACE 2026 menjadi pengalaman baru yang sangat berharga bagi saya karena banyak ilmu dan pengalaman baru yang saya dapatkan. Meskipun di awal kami sempat kesulitan dan kebingungan dalam menentukan ide, pada akhirnya kami berhasil menjadi finalis dan meraih Juara 3. Tentunya, pencapaian ini tidak lepas dari bimbingan Kak Monic yang selalu sabar mendampingi kami, Pak Ferdi yang telah memberikan banyak ilmu dan masukan, keluarga saya yang selalu memberikan doa dan dukungan, serta teman-teman Acethetic yang sudah bekerja keras dan berjuang bersama sampai akhir. Sangat bersyukur dan berterima kasih atas dukungan kalian semua selama proses ini. Hopefully, this is just the beginning, and I can keep learning, growing, and achieving even more in the future!
- Ancy Theresia Krefelta Sibarani: Perjalanan di The Ace 2026 merupakan pengalaman yang penuh dengan hal baru dan memberikan saya kesempatan untuk mengeksplorasi serta mengembangkan ilmu baru. Pada awal perlombaan, kami sempat buntu dalam menentukan ide, namun hasil yang kami dapatkan pada akhirnya sangat sepadan dan saya sangat bersyukur diberikan kesempatan untuk menjadi bagian dari proses ini hingga berhasil meraih juara ke-3. Saya ingin berterima kasih kepada teman-teman tim Acethetic yang luar biasa for their sleepless nights, kerja keras, dan dedikasi mereka, serta Kak Monic dan Pak Ferdi atas kesabaran, bimbingan, dan dukungan mereka di sepanjang kompetisi ini. Terakhir, saya ingin berterima kasih kepada seluruh tim ISCSC yang telah mendukung dan memberikan kesempatan ini kepada kami. Thanks a bunch you guys!
- Fayth Abigail Margono: Selama mengikuti The Ace 2026, saya mendapatkan banyak pengalaman, perspektif, dan keterampilan baru. Mengerjakan The Ace menjadi pengalaman yang cukup berkesan, terlebih karena proses pengembangan ide yang cukup lama hingga mendapatkan hasil terbaik. Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini dan pembelajaran yang saya dapatkan sepanjang prosesnya. Terima kasih kepada seluruh tim ISCSC, khususnya Kak Monic dan Pak Ferdi, atas kesabaran dan bimbingannya dari awal hingga akhir. Terima kasih Tim Acethetic, ISCSC, dan The Ace 2026!
Comments :