Di era digital, transformasi bisnis tidak lagi hanya berfokus pada implementasi cloud computing, artificial intelligence (AI), atau Enterprise Resource Planning (ERP). Perusahaan kini mulai mengadopsi wearable technology sebagai bagian dari strategi digital transformation untuk meningkatkan keselamatan kerja,  produktivitas, efisiensi operasional, hingga kualitas pengambilan keputusan berbasis data. 

Wearable technology tidak lagi identik dengan smartwatch untuk olahraga. Di lingkungan enterprise, teknologi ini berkembang menjadi smart helmet, smart glasses, smart badge, smart ring, smart vest, hingga exoskeleton yang mampu mengumpulkan data secara real-time dari pekerja maupun lingkungan kerja. Ketika data tersebut diintegrasikan dengan sistem ERP, Internet of Things (IoT), dan platform analitik, perusahaan memperoleh visibilitas operasional yang sebelumnya sulit dicapai. 

Apa itu Wearable Technology dalam Dunia Enterprise? 

Wearable technology adalah perangkat elektronik yang dikenakan langsung oleh pengguna dan dilengkapi sensor untuk mengumpulkan berbagai jenis data, seperti lokasi, detak jantung, suhu tubuh, tingkat kelelahan, gerakan, hingga kondisi lingkungan sekitar. 

Berbeda dengan wearable untuk kebutuhan pribadi, wearable di lingkungan perusahaan dirancang untuk mendukung proses bisnis, seperti: 

  • monitoring kesehatan pekerja secara real-time; 
  • meningkatkan keselamatan kerja; 
  • mendukung inspeksi lapangan menggunakan augmented reality (AR); 
  • mempercepat pelatihan karyawan; 
  • meningkatkan efisiensi proses operasional. 

Konsep ini menjadi bagian dari ekosistem Industry 4.0, di mana manusia, mesin, sensor, dan sistem informasi saling terhubung melalui jaringan digital sehingga keputusan dapat diambil secara lebih cepat dan akurat. 

Mengapa Wearable Menjadi Bagian Penting Digital Transformation? 

Digital transformation bertujuan mengubah cara organisasi menciptakan nilai melalui pemanfaatan teknologi digital. Tidak hanya mengotomatisasi proses, transformasi digital juga menekankan pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making). 

Di sinilah wearable memiliki peran besar. 

Perangkat wearable menghasilkan data secara terus-menerus (continuous data collection) yang kemudian dikombinasikan dengan data operasional perusahaan. Integrasi tersebut memungkinkan perusahaan memperoleh informasi yang lebih akurat mengenai kondisi pekerja, aset, maupun aktivitas operasional. 

Sebagai contoh: 

  • sensor kelelahan pekerja dapat mengurangi risiko kecelakaan kerja; 
  • smart glasses membantu teknisi memperoleh panduan perbaikan tanpa membuka manual; 
  • smart badge memantau lokasi pekerja ketika terjadi keadaan darurat; 
  • wearable ECG dapat memberikan peringatan dini terhadap kondisi kesehatan pekerja. 

Seluruh data tersebut dapat langsung dikirim menuju dashboard manajemen maupun sistem ERP sehingga proses pengambilan keputusan menjadi jauh lebih cepat. 

Masa Depan Wearable di Dunia Enterprise 

Perkembangan AI, Internet of Wearable Things (IoWT), edge computing, dan jaringan 5G/6G diperkirakan akan membuat wearable semakin cerdas. Perangkat di masa depan tidak hanya mengumpulkan data, tetapi juga mampu memberikan rekomendasi secara otomatis berdasarkan kondisi pengguna dan lingkungan kerja. 

Bayangkan seorang teknisi yang menggunakan smart glasses. Ketika sensor mendeteksi suhu mesin meningkat secara tidak normal, sistem AI langsung menampilkan prosedur perbaikan, memesan suku cadang melalui ERP, dan mengatur jadwal maintenance tanpa campur tangan manusia. 

Inilah arah transformasi digital modern: manusia, perangkat wearable, AI, dan sistem enterprise bekerja sebagai satu ekosistem yang saling terhubung. 

Referensi 

De Brabander, B., Van Looy, A., & Viaene, S. (2022). Toward digital ERP: A literature review. In Research Challenges in Information Science (pp. 690–693). Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-031-05760-1_44  

Kang, H. S., & Exworthy, M. (2022). Wearing the future—Wearables to empower users to take greater responsibility for their health and care: Scoping reviewJMIR mHealth and uHealth, 10(7), e35684. https://doi.org/10.2196/35684