School of Information Systems BINUS University menjadi tuan rumah SAP Academic Community Conference (SAP ACC) APAC 2026 yang diselenggarakan pada 13–17 Juli 2026 di BINUS @ Alam Sutera. Konferensi tahunan ini mempertemukan dosen, peneliti, praktisi, serta perwakilan SAP dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik untuk berbagi wawasan, pengalaman, dan praktik terbaik dalam pemanfaatan teknologi SAP di dunia pendidikan. Tahun ini, konferensi diikuti oleh 197 peserta yang berasal dari 76 universitas di 16 negara. Mengusung semangat kolaborasi antara akademisi dan industri, SAP ACC APAC 2026 menghadirkan rangkaian kegiatan yang dirancang untuk mendukung pengembangan kurikulum, meningkatkan kompetensi pendidik, serta memperluas pemanfaatan solusi SAP dalam kegiatan pembelajaran dan penelitian.

Hari pertama diawali dengan Conference Day yang menghadirkan keynote session, diskusi panel, dan berbagai sesi inspiratif dari perwakilan SAP, akademisi, maupun praktisi industri. Berbagai topik strategis dibahas, mulai dari konsep Autonomous Enterprise, pemanfaatan SAP Business AI, hingga perkembangan SAP Learning Ecosystem dalam mendukung transformasi pendidikan. Melalui sesi ini, peserta memperoleh wawasan mengenai perkembangan teknologi enterprise serta kompetensi yang semakin dibutuhkan oleh dunia industri. Selain itu, ada sesi APAC Café yang mengajak para peserta untuk diskusi sebuah studi kasus secara berkelompok.

Hari kedua dilanjutkan dengan Breakout Sessions yang memberikan ruang bagi peserta untuk mendalami topik sesuai bidang dan minat masing-masing. Research Seminar membahas peluang kolaborasi penelitian serta perkembangan riset di bidang enterprise systems. Teaching Seminar menjadi wadah bagi para pendidik untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam mengintegrasikan solusi SAP ke dalam proses pembelajaran. Sementara itu, New Faculty Seminar memperkenalkan berbagai program, sumber daya, dan dukungan yang tersedia melalui SAP University Alliances bagi dosen yang baru bergabung dalam ekosistem tersebut.

Selain sesi diskusi, peserta juga mengikuti Mini Workshops yang memperkenalkan berbagai solusi SAP melalui pembelajaran yang lebih interaktif. Workshop SAP SuccessFactors membahas penerapan solusi Human Experience Management (HXM) dalam pengelolaan sumber daya manusia, sekaligus memberikan gambaran bagaimana topik tersebut dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum. Pada sesi SAP Signavio, peserta mempelajari pemanfaatan process mining dan process intelligence untuk memahami, menganalisis, dan mengoptimalkan proses bisnis. Workshop Business Builders memperkenalkan pendekatan pembelajaran berbasis simulasi yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam memahami konsep bisnis secara lebih aplikatif. Sementara itu, sesi SAP Learning Hub Student Edition memperkenalkan platform pembelajaran digital yang menyediakan berbagai materi belajar, pelatihan, serta jalur sertifikasi SAP yang dapat dimanfaatkan oleh dosen maupun mahasiswa.

Rangkaian kegiatan pada hari ketiga sampai hari kelima berlanjut dengan Train-the-Trainer (TTT), sebuah program pelatihan yang dirancang untuk membekali para pendidik dengan pengalaman belajar yang lebih mendalam melalui praktik langsung. Melalui sesi ini, peserta memperoleh wawasan mengenai pemanfaatan berbagai solusi SAP serta pendekatan pembelajaran yang dapat mendukung pengajaran di lingkungan perguruan tinggi. Pada workshop Enterprise Management with SAP S/4HANA (Global Bike), peserta mempelajari proses bisnis end-to-end menggunakan model perusahaan Global Bike sebagai studi kasus. Melalui pendekatan experiential learning, peserta memperoleh pemahaman mengenai bagaimana proses bisnis dijalankan dalam sistem ERP modern serta bagaimana materi tersebut dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran.

Selanjutnya, workshop SAP Ariba memperkenalkan digitalisasi proses pengadaan (procurement) dan kolaborasi dengan pemasok dalam rantai pasok modern. Peserta mempelajari bagaimana solusi ini mendukung proses pengadaan yang lebih terintegrasi dan efisien dalam lingkungan bisnis. Pada sesi SAP Analytics Cloud, peserta mempelajari bagaimana menghubungkan, mengolah, dan memvisualisasikan data untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Workshop ini juga memperkenalkan kemampuan business intelligence, analytics, planning, serta visualisasi data yang terintegrasi dalam satu platform.

Peserta juga mengikuti workshop SAP Business AI yang membahas perkembangan kecerdasan buatan untuk kebutuhan enterprise serta berbagai kapabilitas SAP Business AI. Selain memperkenalkan penerapan AI dalam proses bisnis, sesi ini juga memberikan gambaran mengenai bagaimana topik tersebut dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran sehingga mahasiswa memiliki pemahaman mengenai pemanfaatan AI dalam konteks bisnis. Melalui workshop SAP S/4HANA Sustainability (Environment, Health, and Safety/EHS), peserta mempelajari bagaimana solusi SAP mendukung perusahaan dalam mengelola aspek lingkungan, kesehatan, dan keselamatan kerja sebagai bagian dari upaya mewujudkan operasional bisnis yang berkelanjutan. Sebagai pelengkap, peserta mengikuti sesi ERPsim, yaitu simulasi bisnis berbasis SAP S/4HANA yang memberikan pengalaman belajar secara interaktif dalam lingkungan pembelajaran yang aman (risk-free). Melalui simulasi ini, peserta bekerja dalam tim untuk mengelola perusahaan virtual, mengambil keputusan terkait produksi, pengadaan, penjualan, hingga strategi bisnis secara real-time. Pendekatan ini memberikan pengalaman belajar yang aplikatif sekaligus membantu peserta memahami konsep Enterprise Resource Planning (ERP) melalui praktik langsung.

Melalui penyelenggaraan SAP Academic Community Conference APAC 2026, School of Information Systems BINUS University kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan berbasis teknologi serta memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan industri. Berbagai sesi konferensi, workshop, dan pelatihan yang diselenggarakan diharapkan dapat memperluas wawasan para pendidik terhadap perkembangan teknologi SAP sekaligus mendorong terciptanya proses pembelajaran yang lebih inovatif, relevan, dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja di masa depan.