BioLoop 30 Antarkan Tim Win Streak Raih Juara 1 Eco Innovation Challenge BreakSFest 2026
Bekasi, 15 Oktober 2026 – Prestasi membanggakan diraih oleh mahasiswa BINUS University melalui Tim Win Streak yang berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Eco Innovation Challenge, bagian dari The 7th BreakSFest 2026 yang diselenggarakan oleh BINUS University @Bekasi. Kompetisi ini menantang peserta untuk mengembangkan inovasi yang dapat menjawab permasalahan lingkungan melalui solusi yang relevan dan dapat diterapkan.

Tim Win Streak yang terdiri dari Jason Samuel, Ratu Anazilah, dan Neville Abelova mengusung solusi bertajuk BioLoop 30. Gagasan ini berangkat dari persoalan pengelolaan sampah di Kota Bekasi, khususnya kondisi TPA Sumur Batu yang telah mengalami kelebihan beban. Dengan produksi sampah kota yang mencapai sekitar 1.800 ton per hari, sampah organik menjadi salah satu potensi yang dapat diolah sebelum berakhir di tempat pembuangan akhir.

Melalui BioLoop 30, tim merancang sistem pengelolahan sampah organik yang dikumpulkan dari pasar, kantin, rumah makan, dan institusi sebelum masuk ke TPA. Sampah tersebut kemudian diolah menjadi kompos, dengan kapasitas rancangan sebesar 10 ton per hari untuk setiap modul. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu mengurangi jumlah sampah organik yang tertimbun sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai guna.
BioLoop 30 juga dirancang agar hasil pengolahannya dapat dimanfaatkan secara optimal. Kompos bertekstur halus dapat dijual secara curah kepada produsen pupuk organik, sementara kompos bertekstur kasar dimanfaatkan sebagai biocover untuk menutup timbunan sampah lama. Lapisan biocover tersebut dapat membantu mengurangi pelepasan metana dari timbunan. Dengan dua jalur pemanfaatan ini, hasil pengolahan sampah tidak sekadar berpindah bentuk, tetapi diarahkan untuk memberikan manfaat lanjutan.
Dalam mengembangkan solusi tersebut, Tim Win Streak turut memperhatikan kelayakan implementasi dan model finansialnya. Proposal mengalami beberapa kali revisi, sementara perhitungan biaya dan pendapatan diperiksa kembali sebelum Grand Final. Tim juga membagi tanggung jawab berdasarkan bidang teknis, sosial, dan keuangan agar setiap aspek solusi dapat dikaji secara lebih mendalam.
Grand Final dan penyerahan penghargaan Eco Innovation Challenge BreakSFest 2026 berlangsung pada 15 Oktober 2026. Keberhasilan Tim Win Streak menunjukkan pentingnya mengangkat persoalan nyata di lingkungan sekitar dan mengembangkan solusi yang tidak hanya menawarkan gagasan inovatif, tetapi juga mempertimbangkan proses penerapan serta kelayakan perhitungannya.
Melalui BioLoop 30, Tim Win Streak berharap pengolahan sampah organik dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi beban TPA sekaligus menciptakan nilai guna dari material yang selama ini kerap terbuang. Inisiatif ini menegaskan bahwa inovasi lingkungan dapat dimulai dengan memahami masalah lokal dan merancang solusi yang realistis.

Kesan dan Pesan dari Tim Win Streak:
- Jason Samuel: Selama mengikuti Eco Innovation Challenge 7th BreakSFest 2026, kami belajar banyak hal dari proses pengembangan BioLoop 30. Kami mulai dari membahas masalah sampah organik, mencari bentuk solusi yang paling memungkinkan, sampai menghitung bagaimana ide ini bisa dijalankan secara nyata. Bagian pitching juga menjadi pengalaman yang cukup menegangkan, karena kami harus menjelaskan ide yang sudah kami susun dengan singkat dan mudah dipahami. Dari kompetisi ini saya belajar bahwa ide yang baik perlu disampaikan dengan jelas dan didukung oleh alasan yang kuat. Terima kasih untuk Neville dan Ratu yang sudah berjuang bersama, juga untuk panitia serta semua pihak yang mendukung kami. Terima kasih, BreakSFest! Semoga pengalaman ini bisa menjadi awal yang baik untuk perjalanan kami berikutnya.
- Neville Abelova: Bagi saya, mengikuti Eco Innovation Challenge 7th BreakSFest 2026 adalah pengalaman yang cukup berkesan. Awalnya kami hanya ingin mencoba membawa ide BioLoop 30 ke kompetisi, tetapi ternyata prosesnya memberi kami banyak pelajaran. Kami belajar mulai dari memahami masalah sampah organik, menyusun proposal dan pitch deck, sampai mempresentasikan ide di depan juri. Saya juga jadi semakin paham bahwa sebuah solusi tidak cukup hanya terdengar bagus, tetapi harus punya data dan rencana yang jelas. Terima kasih untuk Ratu dan Jason yang sudah berjuang bersama dari awal sampai akhir, juga untuk panitia dan semua pihak yang sudah mendukung kami. Semoga pencapaian ini bisa menjadi motivasi untuk terus belajar dan mencoba hal-hal baru.
- Ratu Anazilah: Mengikuti kompetisi ini menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus menantang bagi saya. Selama prosesnya, kami banyak berdiskusi dan beberapa kali harus menyesuaikan kembali ide yang sudah dibuat. Dari situ saya belajar bagaimana bekerja sama dalam tim, menyampaikan pendapat, dan melihat masalah sampah dari sisi yang lebih luas. Ternyata, sampah organik bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga bisa diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai. Terima kasih untuk Neville dan Jason yang sudah menjadi teman seperjuangan selama kompetisi ini. Terima kasih juga untuk panitia dan semua pihak yang telah membantu. Saya senang bisa menjadi bagian dari perjalanan ini.
Comments :