Dari BINUS ke Malta: Membuka Jalan Menuju Karier Global di Technology Risk
Di balik penggunaan teknologi dalam perusahaan, ada keputusan penting tentang siapa yang boleh mengakses data dan bagaimana perubahan sistem dikendalikan. Hal tersebut menjadi bagian dari pembahasan Alumni Seminar “From BINUS to Malta: Building a Career in Technology Risk”, yang diselenggarakan School of Information Systems BINUS University pada Sabtu, 10 Oktober 2026, melalui Zoom.
Kegiatan ini menghadirkan Fiqki Azizah, Technology Risk Manager di Ernst & Young (EY) Malta. Berawal dari pendidikan Information Systems Audit di BINUS, perjalanan profesionalnya berkembang melalui PwC Indonesia, KPMG Indonesia, dan Grab sebelum berlanjut ke Malta. Pengalaman tersebut memperlihatkan bagaimana keahlian audit dan pemahaman bisnis dapat menjadi bekal untuk bekerja di lingkungan internasional.

Technology Risk berkaitan dengan risiko terhadap pencapaian tujuan bisnis akibat kegagalan teknologi, penyalahgunaan, ancaman siber, atau lemahnya tata kelola. Profesional di bidang ini mempelajari proses perusahaan, mengidentifikasi risiko, serta menguji efektivitas kontrol teknologi. Pemeriksaan dapat mencakup hak akses pengguna, perubahan sistem, dan keamanan. Temuannya kemudian disampaikan sebagai rekomendasi agar perusahaan dapat menentukan langkah perbaikan.
Pembahasan mengenai karier global membawa peserta mengenal lingkungan profesional di Malta. Dalam paparan seminar, negara kepulauan di Mediterania ini digambarkan memiliki komunitas kerja internasional dengan penggunaan bahasa Inggris yang luas. Sektor keuangan, gaming, fintech, dan layanan profesional menjadi bagian dari peluang yang dibahas. Tim yang lebih kecil juga dapat memberikan ruang tanggung jawab lebih luas.

Untuk memasuki bidang ini, pemahaman sistem dan keamanan siber perlu didukung kemampuan membaca proses bisnis. Kerangka seperti COBIT, ISO 27001, dan NIST turut diperkenalkan sebagai pengetahuan yang relevan. Kemampuan menjelaskan temuan kepada pihak nonteknis juga penting, sehingga pengalaman presentasi, penulisan laporan, serta kerja sama dalam proyek dapat menjadi latihan sejak kuliah.

Persiapan melamar pekerjaan dimulai dengan menentukan posisi yang sesuai, kemudian menyesuaikan CV dengan kebutuhannya. Pengalaman dan proyek perlu ditampilkan melalui kontribusi serta hasil yang dapat dijelaskan secara konkret. Informasi mengenai sistem atau kerangka kerja yang dikuasai membantu memperjelas kompetensi kandidat. Kesiapan relokasi dan kebutuhan izin kerja juga perlu dikomunikasikan secara terbuka.
Profil LinkedIn melengkapi persiapan tersebut dengan menampilkan identitas profesional yang konsisten. Headline sesuai bidang incaran, pengalaman yang relevan, dan proyek pilihan dapat membantu perekrut memahami arah karier kandidat. Platform ini juga membuka kesempatan membangun hubungan dengan alumni maupun perekrut, dengan tetap menjaga kerahasiaan informasi pekerjaan sebelumnya.
Pada tahap wawancara, kandidat perlu mampu menjelaskan cara berpikir dan kontribusinya. Pengalaman menghadapi kelemahan kontrol, tenggat ketat, atau pihak yang sulit diajak bekerja sama dapat disusun melalui alur situasi, tindakan, hasil, dan pembelajaran. Latihan menjawab skenario risiko membantu kandidat menghubungkan pengetahuan teknis dengan kebutuhan perusahaan.

Seminar ini juga memberikan gambaran realistis mengenai kehidupan di luar negeri. Biaya tempat tinggal, kondisi transportasi, serta jarak dari keluarga perlu dipertimbangkan bersama peluang profesional yang tersedia. Dana awal, kelengkapan dokumen, dan dukungan sosial menjadi bagian dari kesiapan berpindah negara. Penilaian terhadap tawaran kerja pun perlu mencakup keseluruhan kondisi hidup.
Sebagai panduan praktis, materi menawarkan rencana persiapan 90 hari. Langkahnya dimulai dari memetakan kemampuan dan memperbarui CV serta LinkedIn, lalu dilanjutkan dengan lamaran yang sesuai dan pengembangan portofolio. Latihan wawancara dan evaluasi umpan balik membantu menyempurnakan persiapan secara bertahap.

Antusiasme mahasiswa terlihat melalui partisipasi dan beragam pertanyaan mengenai Technology Risk serta persiapan bekerja di luar negeri. Apresiasi diberikan kepada narasumber dan seluruh peserta yang telah berkontribusi dalam diskusi. Pengalaman yang dibagikan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengenali pilihan karier dan mulai membangun kemampuan yang dibutuhkan sejak masa perkuliahan.

Comments :