Internet of Things (IoT) merupakan konsep dimana sebuah perangkat dapat terhubung ke jaringan internet sehingga dapat mengirimkan data-data dan menerima data tanpa intervensi manusia. Perangkat IoT menggunakan sensor, perangkat lunak, dan berbagai teknologi lainnya untuk dapat merekam data dan mengirimnya melalui internet. Awalnya konsep IoT ditemukan oleh Kevin Ashton. Ashton memperkenalkan konsep manajemen supply chain menggunakan barcode scanner melalui RFID sehingga dapat mengirimkan data dari satu departemen ke departemen lainnya dengan mudah dan cepat. Unsur- unsur pembentuk IoT terdiri dari sensor, perangkat, konektivitas jaringan, dan Artificial Intelligence. Sensor sebagai pemberi layanan dan pengumpulan data. Perangkat sebagai media yang digunakan untuk memberikan layanan. Kemudian, konektivitas jaringan sesuai dengan konsep IoT yaitu mengirimkan data ke perangkat lain menggunakan jaringan internet. Selain itu, unsur artificial intelligence untuk mengelola data yang diperoleh sehingga dapat memelihara integritas data dan dapat mendeteksi ancaman. Ada berbagai macam perangkat IoT dan menyediakan berbagai layanan untuk memberikan kemudahan bagi manusia. Berikut contoh penerapan IoT dalam kehidupan sehari-hari.  

Contoh-contoh IoT: 

1.Smart City 

Memanfaatkan sensor untuk memantau dan mengatur pencahayaan jalan berdasarkan orang yang hadir, mengawasi sistem transportasi, dan mengelola sistem lampu di gedung. 

2.Smart House  

Rumah saat ini dilengkapi dengan perangkat pintar seperti kulkas yang dilengkapi dengan koneksi internet dan dapat memberikan layanan berupa hiburan, sensor sehingga dapat menampilkan isi di dalam kulkas melalui sensor yang terdeteksi, kunci pintar yang dapat mengidentifikasi wajah seseorang, lampu pintar yang dapat terkoneksi dengan internet sehingga dapat dikelola tingkat pencahayaan lampu dan warna lampu, dan lain-lain.  

3.Connected Car 

Kendaraan yang terkoneksi dengan jaringan internet sehingga dapat menjalankan fungsionalitas tertentu dan memberikan layanan. Melalui forbes atau kunci pintar sehingga dapat membuka dan mengunci pintu mobil melalui sensor jarak jauh, mengontrol alarm mobil, dan menghidupkan mesin dari jarak jauh. Kemudian, terdapat sensor-sensor untuk mengontrol keamanan kendaraan, sehingga jika terjadi masalah, maka dapat langsung mengirimkan notifikasi ke pengemudi.  

4.Smart watch 

Saat ini jam tangan tidak hanya digunakan untuk mengetahui waktu saat ini. Seiring perkembangan, jam tangan dapat digunakan untuk mengirim pesan melalui telepon dan dapat menampilkan informasi kesehatan.  

  • Arsitektur IoT 

Dalam proses konektivitas antar perangkat perlu melewati beberapa tahapan layer. Pada internet Of Things terdiri dari 4 lapisan yaitu physical layer, network layer, middleware layer, dan application layer. Internet Of Things memiliki fungsi yang bervariasi dan memiliki berbagai macam layanan sehingga dapat menjadi tantangan dalam pengelolaanya. Lapisan middleware digunakan sebagai lapisan yang ditambahkan untuk mengatasi tantangan dari variasi fungsional dengan mengelola fungsional variatif, dan memproses data. 

  • Physical Layer 

Tahap Physical Layer pada Internet Of Things memiliki fungsi utama yaitu sebagai konektivitas perangkat, identifikasi perangkat dan layanan. Physical Layer memiliki tugas untuk memberikan pengenal yang unik sehingga dapat teridentifikasi oleh perangkat lainnya sesuai tujuan sehingga perangkat-perangkat IoT dapat saling terhubung. Physical Layer juga memastikan konektivitas perangkat melalui internet sehingga perangkat dapat saling terhubung dan mengirimkan data. Selain itu, Physical layer juga bertugas untuk mengidentifikasi layanan- layanan yang tersedia pada setiap perangkat sehingga setiap perangkat dapat berkolaborasi berdasarkan layanan yang dimilikinya, mengirimkan data untuk mencapai tujuan. 

  • Network Layer 

Pada Network Layer berfungsi sebagai sarana komunikasi antarmuka jaringan, pengelolaan jaringan dan informasi, pemrosesan data menggunakan teknologi Artificial Intelligence. Untuk dapat menghubungkan seluruh perangkat IoT,  menggunakan protokol MQTT (Message Queuing Telemetry Transport) dan CoAP (Constrained Application Protocol). Pada tahap ini, data yang telah dikumpulkan di physical layer dikirimkan melalui infrastruktur konektivitas seperti internet atau jaringan seluler ke bagian pemrosesan informasi pada network menggunakan jaringan atau sensor nirkabel.