Domain modeling adalah cara untuk mengidentifikasi objek pada kata benda yang ada dalam daftar requirement yang diklasifikasikan pada area domain permasalahan yang sama untuk dijadikan kandidat class pada class diagram. Tujuannya untuk lebih memahami dunia nyata secara visual dengan mendefinisikan entitas atau kelas konseptual dan asosiasinya. 

Ini adalah alat yang sangat baik untuk mengurangi kompleksitas pengembangan sistem, memperjelas persyaratan dan maksud desain, dan mencerminkan pemahaman terkini tentang entitas dan hubungan serta tanggung jawabnya dengan domain masalah. Domain model pada umumnya menggunakan notasi UML class diagram seperti notasi attribute, association, role dan multiplicity. 

Berikut ini contoh domain modeling untuk kasus pembuatan program komputer untuk mengatur volume suara, perubahan channel, dan pengaturan kontras pada TV. 

  • Entittas 
    • TV
    • Remote Control
    • Contrast
    • Volume
    • Channel
  • Relationships 
    • Remote Control memiliki hubungani pada TV
    • Remote Control memiliki hubungan dengan volume, channel, dan contrast
  • Class Diagram 
    • TV
    • Remote Control
    • Contrast
    • Volume
    • Channel

Pada contoh ini, TV dan Remote Control merupakan suatu objek utama yang terlibat dalam domain. Remote Control memiliki kemampuan untuk mengatur volume, contrast, dan channel pada TV. Dalam class diagram, TV, Remote Control, Contrast, Volume, dan Channel direpresentasikan sebagai kelas. 

Untuk memecahkan masalah pada Domain modeling ada dua teknik untuk mengidentifikasinya. Yang pertama teknik brainstorming, dan yang kedua teknik kata benda. Teknik Brainstorming merupakan metode yang digunakan untuk mengumpulkan gagasan dan mencari solusi dari suatu permasalahan tertentu. Teknik ini biasanya digunakan untuk memecahkan masalah, perencanaan proyek dan pengembangan produk. Berikut ini adalah teknik yang dapat membantu pada proses brainstorming.. 

  • Brainwriting 

Setiap anggota diwajibkan menuliskan gagasan-gagasan sebelum dibagikan dengan anggota lain. Teknik ini dapat membantu untuk memberikan kontribusi kepada setiap anggota tim. 

  • Mind Mapping 

Dengan menggunakan teknik ini dapat memberikan kemudahan pada setiap anggota dalam melihat hubungan dan keterkaitan antara berbagai gagasan. 

  • Teknik Reversal 

Dengan menggunakan teknik ini dapat membantu tim untuk memperluas pemahaman masalah dan menciptakan sudut pandang yang baru. 

  • Analisis SWOT 

Dengan menggunakan teknik ini dapat membantu tim untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman terkait ide-ide yang dihasilkan 

  • Starbursting 

Dengan menggunakan teknik ini membantu tim untuk mengeksplorasi ide dengan mengajukan pertanyaan yang spesifik.  

Gambar 1.1 Teknik Brainstorming 

Dengan menggunakan teknik-teknik ini, tim dapat meningkatkan kreativitas dan menghasilkan solusi yang lebih inovatif dan efektif dalam proses brainstorming. Selain teknik brainstorming, adapun juga teknik-teknik lainnya. Teknik ini dinamakan Teknik Kata Benda. Teknik ini mengidentifikasi semua kata benda yang muncul ketika sistem dideskripsikan dan menentukan apakah setiap kata benda tersebut merupakan kelas domain, atribut, atau bukan sesuatu yang perlu kita ingat.   

Ada 5 step dalam menerapkan Teknik Kata Benda. 

  1. Menggunakan Use Case, actors, idan nformasi lainnya untuk mengidentifikasi semua kata benda 
  2. Menggunakan informasi – informasi lainnya. Seperti laporan terkini, prosedur terkini ataupun forms 
  3. Mengajukan pertanyaan untuk mempermudah tim dalam memperbaiki dan memutuskan yang dibutuhkan 
  4. membuat daftar induk dari setiap kata benda yang sudah diidentifikasi 
  5. Meninjau datar dengan user, stakeholder, dan anggota tim 

Gambar 1.2 Teknik Kata Benda 

Dengan menggunakan teknik kata benda dengan tepat, dapat memperkaya dengan gambaran yang kuat dan mudah dipahami. 

REFERENSI