Jakarta, 30 September 2026 — Belajar pengembangan aplikasi terasa lebih nyata ketika mahasiswa dapat langsung mengubah ide menjadi karya. Pengalaman itulah yang menjadi fokus Oracle APEX@University Student Workshop, kegiatan tatap muka yang diselenggarakan oleh School of Information Systems BINUS University bersama Oracle Academy di Kampus Syahdan.

Workshop bertema “Empowering Students to Learn AI-Powered Oracle APEX Application Development with Oracle Academy” ini memperkenalkan mahasiswa pada Oracle APEX dan PL/SQL, sekaligus memberi mereka kesempatan untuk mencoba proses pengembangan aplikasi secara langsung. Kegiatan menghadirkan Nurul Huda, Oracle Academy Manager untuk Asia Tenggara; Boyanapalli Siva Rama Krishna Santhosh Kumar, Senior Manager, Database Developer Tools; serta Ankita Beri, Senior Product Manager, Database Developer Tools.

Pada sesi pengenalan, mahasiswa diajak memahami bagaimana Oracle APEX dapat digunakan untuk membangun aplikasi berbasis data dan bagaimana PL/SQL mendukung pengolahan data serta logika di balik aplikasi tersebut. Materi ini menjadi jembatan antara konsep basis data yang dipelajari di kelas dan penerapannya dalam kebutuhan sehari-hari. Mahasiswa dapat melihat bahwa tabel, relasi, dan query bukan sekadar materi latihan, melainkan fondasi bagi aplikasi yang digunakan untuk mencatat transaksi, mengelola layanan, dan menyajikan informasi.

Setelah sesi pengenalan, kegiatan berlanjut ke hands-on. Mahasiswa mencoba langsung fitur dan alur kerja pengembangan aplikasi, kemudian mendapat tantangan untuk membuat proyek singkat menggunakan PL/SQL dalam lingkungan Oracle APEX. Dalam waktu yang terbatas, mereka perlu menentukan kebutuhan pengguna, mengolah data yang relevan, dan menunjukkan cara kerja solusi yang dibuat.

Ide proyek yang muncul pun beragam. Ada mahasiswa yang mengembangkan aplikasi untuk klinik hewan, dengan kebutuhan pencatatan layanan dan data pasien. Ada pula yang memilih point of sale untuk membantu proses transaksi penjualan, serta online shop yang berfokus pada pengelolaan produk dan pesanan. Keragaman ide tersebut menunjukkan bahwa kemampuan mengelola data dapat diterapkan pada berbagai bidang usaha dan layanan.

Tantangan tidak berhenti ketika aplikasi selesai dibuat. Mahasiswa juga diminta mempresentasikan hasil karya mereka. Melalui presentasi, mereka berlatih menjelaskan masalah yang ingin diselesaikan, memperlihatkan fungsi aplikasi, dan menyampaikan keputusan yang mereka ambil selama proses pengembangan. Sesi ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk saling melihat pendekatan dan ide yang berbeda, sekaligus melatih kemampuan komunikasi yang penting dalam proyek teknologi.

Sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan usaha peserta, karya-karya terbaik memperoleh hadiah berupa suvenir. Apresiasi tersebut menjadi penutup yang menyenangkan bagi rangkaian kegiatan yang memadukan pengenalan teknologi, praktik langsung, pembuatan proyek, dan presentasi.

Melalui workshop ini, mahasiswa School of Information Systems BINUS University memperoleh pengalaman belajar yang melampaui pemahaman konsep. Mereka mencoba membangun solusi dari sebuah ide, menghadapi tantangan teknis saat mengerjakannya, lalu membagikan hasilnya kepada orang lain. Pengalaman seperti ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk terus bereksperimen dan mengembangkan aplikasi yang menjawab kebutuhan nyata.