Liputan Kegiatan Trial Class Marketing BINUS University

Bekasi, 28 September 2026 — School of Information Systems BINUS University @ Bekasi menghadirkan pendekatan pembelajaran yang imersif bagi siswa SMA Angkasa 1 Jakarta melalui workshop “Lego Play: Startup Creator Arena”. Kegiatan ini mengajak peserta merasakan langsung proses inovasi digital, mulai dari mengamati masalah sehari-hari, merancang solusi, hingga menyusun prototipe produk dengan menggunakan potongan Lego. Aktivitas menyusun ide dan membuat prototype adalah merupakan salah satu kemampuan inti dari Program Studi Business Information Technology (BIT) yang dapat ditempuh secara fast-track dan Program Studi Digital Business Information (DBI) yang merupakan program double degree. Sejak awal, peserta tidak diposisikan sebagai pendengar pasif, melainkan sebagai calon inovator yang ditantang berpikir kritis, berkolaborasi, dan bekerja dalam waktu terbatas.

Workshop ini berangkat dari pemahaman bahwa bidang Information Systems & Technology tidak semata-mata berkutat pada pemrograman. Di balik sebuah produk digital, terdapat proses analisis masalah, pemetaan kebutuhan pengguna, perancangan nilai bisnis, dan penyusunan solusi yang dapat diterapkan. Melalui kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada cara berpikir sistemik yang menjadi fondasi penting dalam pengembangan teknologi dan inovasi digital.

Dalam pelaksanaannya, setiap kelompok peserta diminta mengobservasi permasalahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hasil observasi tersebut kemudian dituangkan ke dalam Ideation Canvas sebagai alat bantu untuk memperjelas masalah, menentukan target pengguna, merumuskan ide solusi, serta menggambarkan fitur utama yang akan dikembangkan. Tahap ini mendorong peserta untuk tidak sekadar menghasilkan ide kreatif, tetapi juga memastikan bahwa solusi yang dirancang memiliki nilai guna dan relevansi dengan kebutuhan nyata.

Setelah kerangka ide terbentuk, peserta mengubah konsep tersebut menjadi prototipe fisik menggunakan potongan Lego. Media Lego dipilih karena memungkinkan peserta memvisualisasikan ide secara cepat, fleksibel, dan kolaboratif. Potongan Lego tidak diperlakukan sebagai mainan semata, melainkan sebagai alat bantu berpikir untuk mensimulasikan bentuk produk, alur penggunaan, dan interaksi pengguna dengan solusi yang dirancang.

Suasana workshop berlangsung dinamis. Peserta terlihat berdiskusi, membagi peran, mencoba berbagai kemungkinan, dan menyempurnakan konsep dalam waktu yang terbatas. Tantangan ini melatih kemampuan problem-solving, komunikasi, serta keberanian untuk menyampaikan ide. Proses tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan produk digital tidak hanya membutuhkan kecakapan teknis, tetapi juga kemampuan bekerja sama dan berpikir di luar kebiasaan.

Pada sesi akhir, setiap kelompok mempresentasikan konsep produk yang telah mereka bangun. Presentasi ini menjadi ruang validasi awal karena peserta memperoleh masukan dari dosen dan perwakilan mahasiswa BINUS University. Melalui diskusi tersebut, siswa belajar bahwa sebuah ide perlu terus diuji, dipertajam, dan diselaraskan dengan kebutuhan pengguna serta peluang penerapannya di ekosistem digital.

Kegiatan “Lego Play: Startup Creator Arena” diharapkan dapat menjadi jembatan antara pembelajaran di sekolah menengah dan tuntutan pendidikan tinggi, khususnya pada bidang teknologi dan inovasi bisnis digital. Dengan mengalami langsung proses observasi, ideasi, dan pembuatan prototipe, siswa memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai peran strategis bidang Information Systems & Technology dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan.

Melalui workshop ini, BINUS University menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memperkenalkan program studi, tetapi juga menanamkan pola pikir future-ready sejak dini. Para peserta diharapkan pulang dengan pemahaman bahwa inovasi dapat dimulai dari masalah sederhana di sekitar mereka, lalu dikembangkan melalui proses yang terstruktur, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak nyata.