Ketika mendengar istilah design patterns, banyak orang yang mungkin mengira bahwa istilah ini berkaitan dengan desain. Padahal, design patterns merupakan istilah dalam software engineering. Design patterns adalah solusiyang reusable atau dapat digunakan kembali untuk masalah umum yang terjadi pada desain perangkat lunak. Solusi yang ditawarkan juga best practices dan dapat memberi blueprint kepada pengembang untuk menyelesaikan tantanganyang berulang. Singkatnya, design patterns merangkum pengalaman bertahun-tahun dan memberikan solusi yang dapat diterapkan pada berbagai proyek. 

(Sumber: Freepik) 

Penggunaan design patterns sering ditemukan dalam Object Oriented Programming (OOP), seperti bahasa Java. Hal ini dikarenakan Java menyediakan fitur-fitur yang mendukung implementasi design patterns, seperti kelas dan objek, pewarisan, antarmuka, polimorfisme, dan lain-lain. Akan tetapi, perlu diingat bahwa design patterns tidak terbatas hanya pada bahasa Java, tetapi juga dapat diterapkan dalam bahasa pemrograman lainnya. 

Lalu, apa sih gunanya design patterns? Secara garis besar, design patterns memiliki dua manfaat utama. Pertama, design patterns memberikan cara untuk menyelesaikan masalah terkait pengembangan perangkat lunak, dengansolusi yang sudah terjamin. Kedua, design patterns membuat komunikasi antar tim pengembang menjadi lebih efisien. Pola yang berbentuk template ini dapat digunakan untuk memecahkan masalah dalam berbagai situasi. Jadi, prosespengembangan pun dapat dipercepat. 

 

(Sumber: Freepik) 

Terdapat banyak macam design patterns yang dapat digunakan oleh para pengembang karena masalah yang muncul juga beragam. Namun, jenis-jenis dari pola ini dapat dikategorikan dalam tiga klaster, yaitu: 

Creational 

Creational design patterns digunakan untuk membuat suatu objek dengan cara yang lebih fleksibel dan terstruktur. Jenis pola yang satu ini memberikan cara yang terstandarisasi untuk membuat objek baru, sehinggamengurangi ketergantungan langsung antara kelas-kelas yang berinteraksi. Berikut ini adalah beberapa contoh creational design patterns: 

  • Singleton, digunakan untuk memastikan bahwa hanya ada satu instance dari suatu kelas yang dapat diakses secara global. Biasanya singleton berguna dalam situasi di mana hanya satu objek yang diperlukan untukmengendalikan akses ke sumber daya bersama. 
  • Factory, digunakan untuk membuat objek tanpa mengungkapkan logika penciptaannya secara langsung. Sebuah factory bertanggung jawab untuk membuat objek-objek dari kelas yang relevan berdasarkan parameter yang diberikan. 

Structural 

Structural design patterns lebih fokus pada cara komponen-komponen dalam sistem saling berinteraksi dan membentuk struktur yang lebih besar. Jenis pola ini bisa mengorganisir kelas-kelas dan objek-objek ke dalamstruktur yang lebih kompleks dan memudahkan perubahan dalam struktur tersebut. Berikut ini adalah beberapa contoh structural design patterns: 

  • Adapter, memungkinkan kelas-kelas dengan interface yang berbeda untuk bekerja bersama dengan mengubah interface salah satu kelas agar sesuai dengan yang diharapkan. 
  • Decorator, memungkinkan tambahan fungsionalitas pada objek tanpa mengubah struktur dasarnya. Dengan decorator, objek dapat didekorasi dengan fitur tambahan saat berjalan. 

Behavioral 

Behavioral design patterns berfokus pada interaksi antara objek-objek dalam sistem dan cara mereka berperilaku dan berkomunikasi. Jenis pola yang satu ini membantu dalam merancang solusi yang fleksibel dan terstrukturuntuk masalah pengelolaan alur eksekusi dan interaksi antar objek. Berikut ini adalah beberapa contoh behavioral design patterns: 

  • Observer, memungkinkan objek yang diobservasi untuk menginformasikan objek-objek pengamat ketika terjadi perubahan. Pola ini akan sangat cocok jika ingin mendapatkan pemberitahuan setiap kali ada perubahan 
  • Strategy, memungkinkan pemilihan dan penggantian algoritma tertentu dalam waktu runtime. Dengan menggunakan strategy pattern, kita dapat memisahkan algoritma dari objek yang menggunakannya, sehinggamemungkinkan fleksibilitas dalam memilih strategi yang sesuai. 

Setiap jenis design pattern memiliki tujuan dan kegunaannya masing-masing dalam membantu pengembangan perangkat lunak yang efektif. Maka dari itu, penting untuk memahami kebutuhan dan masalah yang dihadapi, kemudian memilih dan menerapkan design pattern yang paling sesuai untuk solusi yang efektif dan terstruktur. Penggunaan yang tepat dari creational, structural, dan behavioral design patterns dapat meningkatkan fleksibilitas dan perawatan perangkat lunak. 

Sebagai kesimpulan, design patterns memiliki peran yang penting dalam pengembangan perangkat lunak. Design patterns menawarkan solusi best practices yang dapat digunakan kembali untuk masalah umum yang terjadi pada pengembangan. Dengan menerapkan design patterns, pengembang dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi proyek perangkat lunak secara signifikan. Hal ini juga memungkinkan pengembang mengatasi masalah kompleks denganpercaya diri, yang mengarah ke solusi perangkat lunak yang lebih andal dan dapat dipelihara. Oleh karena itu, memahami berbagai jenis design patterns dapat membantu pengembang dalam membuat sistem perangkat lunak yang lebihkuat dan efisien. 

 

Referensi : 

  • Satzinger, J. W., Jackson, R. B., Burd, S. D.  (2019). Systems Analysis and Design in a Changing World,  7th Edition. 
  • https://www.dicoding.com/blog/design-pattern/ 

Dibuat oleh : 

Kyori Tandiah –  2602150661– Information Systems  

D5181 – Ferdianto, S.Kom, M.MSI