Perbandingan Metode Clustering: K-Means, K-Medoids, dan K-Prototypes
Clustering merupakan salah satu teknik dalam unsupervised learning yang digunakan untuk mengelompokkan data berdasarkan kemiripan karakteristik/ pola data. Dalam analisis data modern, terutama ketika berhadapan dengan data beragam (numerik, kategorik, atau campuran), pemilihan metode clustering yang tepat menjadi sangat penting. Tiga algoritma yang paling sering digunakan adalah K-Means, K-Medoids, dan K-Prototypes. Masing-masing memiliki kelebihan, kekurangan, serta jenis data yang cocok untuk digunakan.

- K-Means
K-Means adalah algoritma clustering yang bekerja dengan meminimalkan jarak rata-rata kuadrat antara setiap titik data dengan centroid cluster. Algoritma ini sangat populer karena mudah diimplementasikan, cepat, dan efektif untuk data numerik berskala besar. Namun, metode ini sensitif terhadap outlier dan tidak dapat digunakan pada data kategorik.
- K-Medoids
K-Medoids, yang dikenal dengan algoritma PAM (Partitioning Around Medoids), merupakan alternatif yang lebih robust dibandingkan K-Means. Alih-alih menggunakan centroid, K-Medoids menggunakan medoid, yaitu titik dalam dataset yang paling mewakili cluster. Metode ini lebih tahan terhadap outlier dan dapat digunakan dengan berbagai jenis distance metrics. Namun, komputasinya lebih berat dan kurang efisien pada dataset besar.
- K-Prototypes
K-Prototypes merupakan pengembangan dari K-Means dan K-Modes, sehingga dapat menangani data campuran (numerik + kategorik). Algoritma ini menggabungkan Euclidean distance untuk fitur numerik dan dissimilarity measure untuk fitur kategorik. Metode ini sangat berguna untuk dataset bisnis atau sosial yang mengandung atribut campuran seperti umur, pekerjaan, pendapatan, dan status pernikahan.
Berikut ini merupakan tabel perbandingan yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam memilih salah satu dari ketiga metode clustering di atas:
| Aspek | K-Means | K-Medoids | K-Prototypes |
| Jenis Data | Numerik | Numerik & dapat gunakan berbagai distance metrics | Campuran (Numerik + Kategorik) |
| Representasi Pusat Cluster | Centroid (rata-rata) | Medoid (data asli yang paling mewakili cluster) | Centroid untuk numerik + mode untuk kategorik |
| Distance Metric | Euclidean | Flexible (Manhattan, Euclidean, dsb.) | Euclidean (numerik) + Dissimilarity (kategorik) |
| Kekuatan Utama | Cepat, efisien, cocok untuk data besar | Robust terhadap outlier/noise, hasil lebih stabil | Cocok untuk dataset nyata yang mengandung data campuran |
| Kelemahan Utama | Sensitif terhadap outlier, hanya untuk data numerik | Lebih lambat pada dataset besar | Memerlukan parameter γ (gamma) untuk mengatur bobot numerik vs kategorik |
| Bentuk Cluster | Cenderung spherical (bulat) | Lebih fleksibel, tidak harus spherical | Menggabungkan pola numerik & kategorik |
| Kapan Digunakan? | Jika dataset sepenuhnya numerik dan besar | Jika data mengandung banyak outlier | Jika data berisi fitur campuran (misal: umur, jenis pekerjaan, pendapatan, status) |
Referensi
https://www.geeksforgeeks.org/machine-learning/k-means-vs-k-medoids-clustering/
https://medium.com/@reddyyashu20/k-means-kmodes-and-k-prototype-76537d84a669
Comments :