PEMANFAATAN TEKNOLOGI PADA PERPUSTAKAAN
Perkembangan zaman datang bersamaan dengan berbagai kemajuan di dalamnya. Salah satu kemajuan yang paling dirasakan adalah kemajuan dari teknologi di dunia. Dulu orang perlu menunggu selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan untuk menunggu pengiriman uang dari sanak saudara di daerah yang berbeda melalui wesel. Kini dengan kemajuan teknologi, orang hanya perlu melakukannya melalui ponsel dan tidak membutuhkan waktu lebih dari 5 menit untuk melakukan pengiriman uang ke sanak saudara. Perkembangan teknologi ini berkembang ke berbagai sektor, termasuk teknologi dari fasilitas umum yang terdapat pada area kampus. Salah satunya dapat kita temui di salah satu fasilitas perpustakaan.
Perpustakaan di University telah menggunakan teknologi pada setiap hal di dalamnya. Mulai dari peminjaman loker, penggunaan gate masuk, hingga ke peminjaman ruangan serta buku. Untuk meminjam loker di perpustakaan, mahasiswa hanya perlu melakukan tap kartu mahasiswa yang telah ter-integrasi dengan sistem di perpustakaan. Setelah melakukan tap kartu, loker akan otomatis terbuka dan mahasiswa dapat menyimpan barangnya di sana. Ketika mahasiswa akan mengambil dan mengembalikan peminjaman loker, mahasiswa hanya perlu kembali menggunakan kartunya untuk di-tap pada sensor yang tersedia. Maka loker akan segera terbuka dan mahasiswa dapat mengambil barang yang telah disimpannya. Namun ada beberapa kasus ketika sistem sedang mengalami error dan loker tidak bisa terbuka, maka mahasiswa dapat melaporkannya kepada librarian. Selanjutnya librarian akan meminjamkan mahasiswa kunci untuk membuka loker secara manual. Sama dengan peminjaman loker, mahasiswa juga hanya perlu menggunakan kartu mahasiswa untuk mengakses perpustakaan melalui gate masuknya. Data pada kartu mahasiswa yang telah terdata pada sistem akan secara otomatis terbaca dan membuka gate masuk ketika mahasiswa menempelkan kartu mahasiswanya pada sensor. Namun, bila kartu yang ditempelkan salah maka gate tidak akan terbuka. Tetapi normalnya seluruh mahasiswa pasti dapat mengakses perpustakaan, karena seluruh mahasiswa diwajibkan untuk mengalungkan kartu mahasiswa mereka ketika akan memasuki area kampus.
Dalam meminjam ruangan, mahasiswa hanya perlu mengakses website yang telah disediakan untuk melakukan booking secara online. Bila jadwal yang ingin dibooking oleh mahasiswa sedang kosong, maka mahasiswa hanya perlu melakukan book dan bisa langsung mengakses ruangan tersebut. Namun bila ternyata ruangan telah ter-booking pada jam yang diinginkan, maka mahasiswa perlu mencari jadwal lain dan menunggu sampai waktunya tiba. Sama halnya dengan melakukan peminjaman ruangan, mahasiswa juga dapat mengakses website yang tersedia untuk melakukan peminjaman buku. Mahasiswa hanya perlu mencari judul buku yang diinginkan dan melakukan book untuk buku tersebut. Selanjutnya mahasiswa hanya perlu memberikan buku dan kartu mahasiswa kepada librarian untuk dilakukan pendataan. Selanjutnya mahasiswa dapat meminjam dan membawa pulang buku hingga waktu yang ditentukan.
Begitu banyak manfaat yang akan didapatkan dari penggunaan teknologi dalam operasional fasilitas umum seperti perpustakaan ini. Sistem yang telah ter-integrasi dengan data milik mahasiswa akan mempermudah dan mengefisienkan kinerja dari perpustakaan. Dengan seluruh data yang saling terhubung ini, perpustakaan dapat melakukan pendataan aktivitas mahasiswa yang keluar masuk perpustakaan tanpa harus mendatanya secara manual. Data human-traffic ini dapat dimanfaatkan oleh pihak kampus untuk melakukan berbagai pengembangan. Namun dengan kumpulan data yang kompleks, pihak kampus harus memastikan dapat melakukan manajemen data dengan baik. Karena bila ada mahasiswa yang datanya salah, maka ia akan mendapatkan kesulitan dalam mengakses fasilitas perpustakaan ini. Hal ini mungkin terjadi karena segala hal yang membaca kartu mahasiswa untuk menjadi sumber verifikasi datanya. Harapannya akan lebih banyak hal-hal yang dapat dikembangkan seiring dengan kemajuan teknologi di dunia ini.
Comments :