Jakarta, 20 Juni 2026 – Tim TrioNPD berhasil meraih juara 2 dalam ajang Business Case Competition melalui gagasan strategis bertajuk “SEWARTA”, sebuah strategi transformasi yang dirancang untuk memperkuat merek Craftonesia melalui optimalisasi digital, inovasi produk, dan kolaborasi yang berkelanjutan. Tim ini beranggotakan Nicholas Kohartono, Jevon Gio Tanta Saputra, dan Michellyn Queen Harly, yang menghadirkan solusi dengan mengedepankan aspek kelayakan implementasi serta dampak jangka panjang bagi UMKM.

Dalam kompetisi ini, tim dihadapkan pada tantangan untuk merumuskan strategi pengembangan bagi Craftonesia, sebuah UMKM kerajinan anyaman berbahan dasar koran bekas yang memiliki nilai sustainability yang kuat dan aktivitas penjualan offline yang cukup baik. Namun, di tengah peluang pertumbuhan transaksi digital yang semakin menjanjikan, Craftonesia masih menghadapi kesenjangan pada kanal digital yang berdampak pada rendahnya engagement, minimnya komunikasi merek, dan rendahnya konversi penjualan.

Pada tahap analisis, Tim TrioNPD melakukan identifikasi terhadap akar permasalahan dari sisi internal maupun eksternal perusahaan. Tim menemukan bahwa belum adanya brand guideline yang terstruktur, minimnya variasi konten dan aktivitas pemasaran digital, serta kurang optimalnya storytelling menjadi faktor yang menghambat perkembangan brand di ranah digital. Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia, baik dari segi jumlah maupun kapabilitas, turut menjadi pertimbangan utama dalam merancang solusi yang realistis dan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.

Tim juga melakukan analisis pelanggan melalui pendekatan segmentasi, targeting, dan positioning (STP), serta menyusun customer journey dan user persona berdasarkan hasil wawancara dan survei. Hasil analisis menunjukkan bahwa calon pelanggan masih memiliki keraguan terhadap produk, terutama terkait aspek desain, durability, dan visibilitas merek. Keraguan tersebut berdampak pada rendahnya tingkat kepercayaan terhadap kualitas produk dan nilai yang ditawarkan oleh Craftonesia, sehingga menghambat keputusan pembelian.

Sebagai respons terhadap permasalahan tersebut, Tim TrioNPD merancang strategi SEWARTA, yang merupakan akronim dari upaya restrukturisasi digital, inovasi produk, dan kolaborasi. Strategi ini dirancang untuk memperkuat identitas Craftonesia sebagai merek kerajinan anyaman berbahan dasar koran bekas sekaligus meningkatkan engagement audiens dan konversi penjualan secara berkelanjutan.

Pada aspek restrukturisasi digital, tim menghadirkan social media guideline yang mencakup rekonstruksi identitas visual, penyusunan pilar konten berupa edukasi, promosi, engagement, dan brand story, serta perancangan jadwal unggahan yang disesuaikan dengan waktu engagement tertinggi audiens. Selain itu, tim juga mengusulkan optimalisasi website dan linktree melalui pembaruan identitas visual, penataan ulang layout, standarisasi foto produk, penambahan storytelling dan ulasan pelanggan, serta penghapusan tautan yang tidak lagi aktif untuk meningkatkan profesionalitas dan kredibilitas merek.

Pada aspek kolaborasi, Tim TrioNPD mengusulkan kerja sama antara Craftonesia dan Hanenda, sebuah UMKM asal Yogyakarta yang memiliki karakteristik dan nilai keberlanjutan yang sejalan dengan Craftonesia. Kolaborasi ini diwujudkan melalui produk hampers bertajuk “Rasa dan Raga: When Craftsmanship Meets Nusantara Heritage, yang menggabungkan nilai budaya, kreativitas, dan keberlanjutan dalam satu produk. Untuk mendukung keberhasilan kolaborasi tersebut, tim juga merancang strategi pemasaran terintegrasi mulai dari tahap awareness, consideration, hingga conversion melalui konten digital, aktivasi booth di berbagai daerah, campaign sosial, serta program limited bundling dan donasi.

Selain itu, tim juga menghadirkan inovasi produk melalui penambahan aksen kain perca pada produk anyaman. Inovasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai estetika dan daya tarik desain, tetapi juga tetap mempertahankan prinsip recycle dan membuka peluang pendapatan tambahan melalui opsi add-on produk.

Menjawab tantangan keterbatasan sumber daya manusia, Tim TrioNPD mengusulkan program Talent Ambassador yang melibatkan audiens, khususnya generasi muda dan mahasiswa, untuk berpartisipasi dalam promosi produk, pembuatan konten, serta pemeliharaan website. Program ini dirancang sebagai solusi yang mampu memperluas kapasitas pemasaran Craftonesia sekaligus membangun komunitas yang lebih dekat dengan merek.

Melalui perhitungan kelayakan finansial, strategi SEWARTA diproyeksikan menghasilkan Net Present Value (NPV) sekitar Rp96 juta, payback period selama 6,5 bulan, dan Return on Investment (ROI) sebesar 43,61%. Tim juga melakukan identifikasi terhadap berbagai risiko implementasi beserta strategi mitigasinya untuk memastikan setiap rekomendasi yang diusulkan memiliki tingkat realisasi yang tinggi.

Prestasi dan solusi yang dihadirkan oleh Tim TrioNPD menunjukkan bahwa pengembangan UMKM tidak hanya memerlukan inovasi dalam pemasaran digital, tetapi juga membutuhkan pemahaman yang mendalam terhadap akar permasalahan, kebutuhan pelanggan, serta kondisi internal perusahaan. Melalui strategi SEWARTA, tim berhasil menunjukkan bahwa transformasi digital, inovasi produk, dan kolaborasi yang dirancang secara terintegrasi dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat citra merek, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan bagi Craftonesia.

Melalui pencapaian ini, School of Information Systems, BINUS University kembali menunjukkan kemampuan mahasiswanya dalam mengintegrasikan analisis bisnis, pemahaman pelanggan, serta perancangan solusi yang implementatif untuk menjawab tantangan nyata di dunia industri. Keberhasilan Tim TrioNPD tidak hanya tercermin dari strategi SEWARTA yang mereka kembangkan, tetapi juga dari kemampuan mereka dalam merancang rekomendasi yang mempertimbangkan aspek operasional, pemasaran, sumber daya manusia, hingga kelayakan finansial. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menghadirkan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga realistis, terukur, dan berkelanjutan bagi pengembangan UMKM di era digital.