Manual testing adalah proses testing yang dilakukan secara langsung oleh manusia tanpa bantuan skrip atau alat otomatis. Orang yang melakukan testing atau tester menjalankan langkah-langkah pada test case satupersatu, memeriksa hasilnya, dan mencatat apakah aplikasi berfungsi dengan benar. Metode ini cocok untuk exploratory testing, pengujian visual, usability testing, dan pengujian awal pada fitur baru yang masihsering berubah. Kelebihannya terdapat pada fleksibilitas dan kemampuan manusia dalam memahami konteks secara intuituf.  

 Sedangkan automation testing adalah proses testing yang dilakukan dengan melibatkan penggunaan skrip atau tools khusus seperti Katalon, Selenium, Cypress, Appium, atau framework unit testing seperti Junit dan pytest. Automation testing memungkinkan pengujian yang dilakukan berulang kali dalam waktu yang lebih cepat dan konsisten. Cara kerja dari automation testing sangat efektif untuk regression testing, yaitupengujian ulang setelah perbaikan bug atau update fitur. Jika dilakukan manual, regression testing dapat memakan waktu berjam-jam hingga berhari-hari.   

 Perbedaan utama keduanya terletak pada efisiensi dan tujuan dalam penggunaannya. Manual testing sangat baik dalam fleksibilitas, kemampuan mendeteksi masalah tampilan interface, dan kecocokan dalam scenario yang cepat berubah. Sedangkan, automation testing sangat baik dalam kecepatan, konsistensi, dan efektivitas untuk kasus pengujian besar yang berulang.   

Referensi:  

  • Dustin, E. (2003). Effective software testing: 50 specific ways to improve your testing. AddisonWesley. 
  • Chauhan, N. (2010). Software testing: Principles and practices. Oxford University Press.