Grace Snack Cistik merupakan usaha homemade snacks yang telah berdiri sejak 2007 dan berlokasi di Jakarta Barat. Menawarkan produk-produk makanan ringan seperti telor gabus, cheese stick, dan cendol keju. Semua produk dibuat secara freshly by order, memastikan kualitas dan rasa pada setiap pesanan. Di tengah persaingan yang semakin ketat dalam industri makanan ringan, Grace Snack Cistik terus berupaya berinovasi dan meningkatkan efisiensi operasional untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin berkembang.  

Seiring dengan perkembangan teknologi, banyak bisnis kuliner yang telah beralih ke sistem digital untuk mengelola operasional mereka secara lebih efisien. (Urbach et al., 2017) Teknologi membantu bisnis dalam berbagai aspek, seperti pengelolaan inventori, pemasaran, hingga layanan pelanggan. Namun, Grace Snack Cistik masih menghadapi tantangan terkait penerapan digitalisasi dalam proses internalnya. Pemanfaatan teknologi yang tepat dapat meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar, terutama di industri makanan yang terus berkembang dengan pesat.  

Meskipun permintaan terhadap produk Grace Snack Cistik terus meningkat, perusahaan masih menggunakan metode tradisional untuk mengelola operasional bisnis. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya digitalisasi dalam proses pengelolaan stok bahan baku dan analisis pasar. Dengan tidak adanya aplikasi yang terintegrasi, pengelolaan stok sering kali menjadi tidak akurat, mengakibatkan ketidaksesuaian antara persediaan bahan baku dan kebutuhan produksi. Selain itu, perusahaan belum memiliki sistem yang efektif untuk menganalisis permintaan pasar secara real-time, yang dapat mengakibatkan respons yang lambat terhadap tren dan preferensi konsumen di berbagai wilayah. (Ismail et al., 2017)  

Oleh karena itu, untuk menjawab tantangan yang dihadapi, solusi yang dapat diusulkan adalah Grace Snack Cistik dapat mengembangkan dashboard digital yang dapat mengintegrasikan berbagai proses internal bisnis. Dashboard ini akan memungkinkan pemantauan stok bahan baku secara real-time, sehingga membantu mencegah kehabisan stok yang dapat mengganggu produksi. Selain itu, dashboard ini juga akan memiliki fitur analisis pasar yang berbasis data, yang akan memberikan informasi terkait preferensi konsumen terhadap produk tertentu di berbagai wilayah. (Lenkenhoff et al., 2018) Dengan demikian, perusahaan dapat menyesuaikan produksi sesuai dengan permintaan pasar yang dinamis, serta mengoptimalkan penggunaan bahan baku dan mengurangi pemborosan.  

Sistem prediksi produksi juga akan diimplementasikan untuk meningkatkan efisiensi operasional. Dengan menggunakan data historis dan analisis tren permintaan, sistem ini akan membantu perusahaan menentukan jumlah produksi yang optimal untuk setiap jenis produk. Implementasi sistem prediksi produksi diharapkan dapat membantu Grace Snack Cistik meminimalkan pemborosan, memastikan ketersediaan produk sesuai kebutuhan, dan meningkatkan daya saing di pasar yang semakin kompetitif.  

 References  

  1. Arvira. (2020). Design Thinking: Pengertian, Tahapan dan Contoh Penerapannya. https://sis.binus.ac.id/2020/03/17/design-thinking-pengertian-tahapan-dan-contoh-penerapannya/  
  2. Dam, R.F. & Sang, T. (2020). 5-Stages-in-the-Design-Thinking-Process. In Interaction Design Foundation. https://www.interaction-design.org/literature/article/5-stages-in-the-design-thinking-process  
  3. Dam, R. F., & Teo, Y. S. (2018). What is Design Thinking and Why Is It So Popular? Interaction Design Foundation, 1–6. https://www.interaction-design.org/literature/article/what-is-design-thinking-and-why-is-it-so-popular  
  4. Dorst, K. (2011). The core of “design thinking” and its application. Design Studies, 32(6), 521–532. https://doi.org/10.1016/j.destud.2011.07.006  
  5. Ismail, M. H., Khater, M., & Zaki, M. (2017). Digital Business Transformation and Strategy: What Do We Know So Far? Manufacturer Article, November 2017, 36. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.36492.62086  
  6. Lenkenhoff, K., Wilkens, U., Zheng, M., Süße, T., Kuhlenkötter, B., & Ming, X. (2018). Key challenges of digital business ecosystem development and how to cope with them. Procedia CIRP, 73(May 2018), 167–172. https://doi.org/10.1016/j.procir.2018.04.082  
  7. Urbach, N., Drews, P., & Ross, J. (2017). Digital business transformation and the changing role of the it function. MIS Quarterly Executive, 16(2), ii–iv.  

Penulis: 

  1. Annisa Kinasih2602150812 
  2. Dea Sefiana2602148511 
  3. Evellyn Vondra Yap  – 2602150541 
  4. Muhammad Rafa Abyananda2602128485 
  5. Vallery Efryliant2602134986