School of Information Systems

Blade Server

blade1

Teknologi Informasi (TI) ramah lingkungan menjadi semakin populer menyusul munculnya kesadaran global terhadap kampanye kepedulian lingkungan saat ini. IT Senior Executive harus mencari solusi terbaik karena besarnya konsumsi energi yang dihasilkan oleh data center – mengakibatkan naiknya biaya operasional. Gencarnya pemerintah dalam melakukan sosialisasi regulasi mengenai emisi karbon, membuat banyak perusahaan peduli dengan teknologi hijau. Dan Blade Server adalah solusi terbaik saat ini.

Blade Server merupakan varian teknologi perangkat keras di area server technology sebagai solusi atas kebutuhan pasar server akan aspek compact (meminimalkan kebutuhan space), scalability (kemudahan dalam pengembangan), integrated operation (kemudahan dalam pengoperasian dan pengawasan), serta kolaborasi dengan teknologi virtualisasi. Seperti halnya dengan mouted-rack server; pasar Blade Server didominasi oleh produsen besar, antara lain: HP, IBM, Dell, dan Fujitsu (2010, itwarriors.wordpress.com)

Blade Server tersusun pada suatu rack yang mempunyai sirkuit yang sama juga dengan memori, processor, serta ruangan penyimpanan yang sama-sama terintegrasi. Lantaran Blade Server ini mempunyai feature pluggable (mudah dibongkar pasang), jadi jika ada satu salah satu komputer server yang tidak berperan, dapat diganti dengan yang lain, tanpa mengganggu kerja saat itu. Type Blade Server ini sangat tepat untuk perusahaan kelas menengah ke atas, seperti penyedia layanan situs hosting atau website berita (Kemprot, 2016, i40antique.com).

Gambar Komponen Blade Server:

blade2

Sumber:

(2010, itwarriors.wordpress.com)

Komponen infrastruktur Blade Server terdiri dari: (1) enclosure chassis – fungsinya sebagai rumah untuk komponen lainnya, selain itu juga sebagai koneksi penghubung antar komponen di dalam satu infrastruktur sistem Blade Server, (2) bay server (komputer server), (3) fan dan power supply, (4) interconnect device – media interkoneksi data antara infrastruktur sistem Blade Server dengan devices (servers, storage, router, firewall, dan sebagainya) di luar enclosure chassis, contoh: pass-through switch, fiber channel module, dan sebagainya, (5) management module – komponen I/O sebagai jalur koneksi utama dalam proses pengoperasian, perawatan, dan pengawasan sistem infrastruktur Blade Server secara integral, dan (6) blade casing – isi dari casing Blade Server (2014, aquacybernotes.com).

Blade Server sebenarnya adalah sekumpulan komputer miniatur dengan CPU dan memory built in. Karena ukurannya yang lebih kecil maka dapat memuat jauh lebih banyak server jika dibandingkan dengan solusi rack servers pada umumnya. Keuntungan utama menggunakan Blade Server adalah penghematan konsumsi energi; khususnya dari sisi power, cooling, physical space, management, server provisioning, dan connectivity (Server I/O) (2014, aquacybernotes.com). Sedangkan kelemahan utama Blade Server, selain relatif mahal, memiliki kecenderungan menghasilkan panas yang berlebih.

Blade Server merupakan salah satu infrastruktur penting dalam perusahaan. Blade Server sering dijadikan pilihan oleh sejumlah perusahaan yang memang membutuhkan server dalam jumlah banyak, namun memiliki keterbatasan ruang penyimpanan. Dalam hal ini, Blade Server mampu melakukan optimasi dengan menempatkan rack secara horizontal. Harga Blade Server memang relatif mahal, namun perusahaan masih menjadikannya primadona, karena alasan utama: penghematan biaya operasional data center.

Sumber:

  • “Pengenalan tentang Blade Server”. Diambil dari: https://itwarriors.wordpress.com/2010/04/10/pengenalan-tentang-blade-server/
  • “Server Blade atau Blade Server? Apakah itu?”. Diambil dari: http://aquacybernotes.com/server-blade-atau-blade-server-apakah-itu/
  • Kemprot, Jarot. 2016. “Sesuaikan Bisnis Anda dengan Memilih Jenis Server Terbaik”. Diambil dari: http://www.i40antique.com/sesuaikan-bisnis-anda-dengan-memilih-jenis-server-terbaik/
Didin Samsudin Adhuri